Apa itu "Evergreen Content"?

Setiap informasi memiliki masa tenggang, dimana rentang waktu tertentu informasi itu akan banyak dicari pembaca dan dalam waktu tertentu konten tersebut dilupakan karena dianggap sudah tidak penting lagi. Sebagai seorang writer (blogger) banyak sekali hal yang harus diperhatikan dalam menulis sebuah informasi agar artikel yang kita buat memiliki page views yang stabil, salah satunya adalah evergreen content.
Evergreen Content

Menurut saya, evergreen content merupakan konten yang memiliki masa aktif yang sangat panjang, informasi yang disajikan akan terus dicari oleh pembaca. Kalau kita ilustrasikan seperti konten ilmu pengetahuan biologi, dari tahun ke tahun informasi akan seperti itu dan sedikit mengalami perubahan. Maka kontennya akan terus dicari oleh pelajar, semakin sering dicari maka peringkat di mesin pencari makin bagus dan sangat menguntungkan posisi blog kita.

Konten apa yang tidak termasuk evergreen content?

jawabannya banyak sekali, namun kita bahas yang paling sering kita baca yaitu konten berita. Mengapa konten berita tidak termasuk evergreen content?. Karena berita cenderung menyajikan konten yang sedang terjadi beberapa hari kebelakang dan dicari saat itu juga dan beberapa hari kedepannya. Namun, tidak semuanya seperti itu.

Berikut konten yang termasuk dalam jenis evergreen content:

1. Konten Tutorial

Jika sobat membuat blog yang memberi informasi tentang tutorial untuk melakukan sesuatu maka bersyukurlah dan tetap konsisten membuat kontennya. Dari sekian konten, konten tentang tutorial paling banyak dicari dan memiliki masa yang sangat panjang (evergreen content). Contohnya tutorial tentang "membersihkan kipas laptop", sampai kapanpun akan tetap dicari walaupun jumlahnya tidak pasti dan banyak persaingan dari penulis lain. Maka SEO juga sangat berperan agar konten kalian memiliki posisi yang bagus.


2. Konten Ilmu Pengetahuan

Yang ini memiliki masa yang paling panjang, namun penulisnya harus memilki keahlian khusus dibidangnya dan melakukan riset terlebih dahulu sebelum menulis sebuah artikel. Contohnya pada blog saya ini pada label programming yang hampir setiap hari mendapat visitor organik, namun untuk membuat satu artikel bisa membutuhkan waktu berminggu-minggu. Jadi tetap konsisten pada niche, utamakan kulitas dan yang terpenting ide supaya artikel kita evergreen.

3. Konten Budaya

Kalau yang ini tidak usah ditanyakan lagi, setiap generasi yang baru dan generasi yang ada akan selalu mempelajari tentang budayanya sendiri dan budaya orang lain. Jadi sobat yang menulis konten tentang budaya sudah pasti kontennya termasuk evergreen dan akan mendapat visitor yang banyak kedepannya. Walaupun tidak banyak yang penting setiap hari ada.


4. Konten Tempat Pariwisata

Konten yang paling banyak dicari pada saat musim liburan, setiap tahun akan memiliki berkembangan trafic yang kurang stabil namun akan tetap dicari saat musim liburan. 

Mungkin itu saja yang bisa saya bagi, jika ada kekurangan silahkan ditambahkan pada kolom komentar. Menulis evergreen content tidaklah mudah, biasanya sesuai dengan niche suatu blog. Evregreen content ini sangat diyakini akan meningkatkan posisi suatu blog pada search engine. Jadi secara tidak langsung kita sudah belajar SEO.

Artikel Terkait

8 komentar

Nambah ilmu gan disini thanks

kalo kontenya kuliner sih termasuk gak bro sebagai evergreen content ? katyak rekomendasi hehe.. btw good infonya bro (y)

sayanganya anemah apa aja yang di otak ane masukin aja jadi kontenya acak" hehehe

Thank min jadi tambah pengetahuan

Ternyata ada lumayan banyak juga ya konten evergreen

Makasi gan, lumayan buat nambah ilmu nih


EmoticonEmoticon