Cara Mengisi dan Merawat Baterai Smartphone Android

Posted on
Salah satu elemen yang paling penting dari smartphone adalah baterai. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengisi baterai? Berapa lama akan bertahan? Apa perbedaan diantara sekian banyak jenis baterai? Itu semua adalah pertanyaan utama yang akan kami jawab dan kami akan menambahkan beberapa mitos dan legenda yang salah di akhir ulasan. Di bawah ini, kalian akan menemukan bagaimana mengelola baterai dengan baik dan benar.
Cara Mengisi dan Merawat Baterai Smartphone Android

Jaga baterai HP Android agar tetap sehat atau awet

Hal pertama yang perlu kita ketahui adalah baterai akan tergantung pada seberapa sering kalian menggunakan smartphone. Kalian juga harus mempertimbangkan bahwa dengan kapasitas yang tinggi (dengan angka mAh yang lebih besar) biasanya akan bertahan lebih lama, meskipun hal tersebut banyak bergantung pada unsur-unsur yang menggunakannya seperti layar dan perangkat lunak yang terdapat di dalamnya. Kebanyakan smartphone memiliki prosesor dan RAM yang kuat. Prosesor tidak biasanya menkonsumsi banyak energi tapi, mengingat teknologi pengembangan negara mereka, beberapa telah meningkatkan kebutuhan daya mereka.
Sebagian besar daya baterai yang disalurkan ke layar, terutama untuk resolusi tinggi dan jika dalam keadaan yang sangat terang dalam waktu yang lama. Selain itu, konektivitas nirkabel (3G, 4G, Bluetooth, NFC, GPS, Wi-Fi) juga menggunakan andil energi agar bekerja secara maksimal. Jika kita tidak terlalu mementingkan fitur tersebut, ada beberapa smartphone yang mampu bertahan lebih dari 24 jam tanpa perlu diisi ulang.
Sebagai saran yang umum, penggunaan baterai yang baik pada smartphone adalah kita sudah harus mulai mengisi sebelum smartphone tersebut mati total, dan jangan khawatir jika kalian terpaksa harus mencabutnya sebelum 100 persen. Juga, mematikan fitur atau koneksi yang tidak diperlukan. Perlu diingat bahwa meninggalkan smartphone dalam kedaan sudah terisi 100 persen dalam waktu yang lama juga tidak baik.

Ada berapa jenis dan tipe baterai pada smartphone ?

Pada dekade terakhir, kita telah mengenal berbagai jenis baterai yang datang dan pergi. Masing-masing memiliki kemampuan dan kinerja yang berbeda. Ini berarti, pda akhirnya akan ada banyak legenda tentang baterai. Baterai pada smartphone pertama adalah Nickel-Cadmium (Ni-Cd) atau Nickel Metal Hydride (Ni-MH), yang terintegrasi dalam banyak perangkat elektronik lainnya. Jenis baterai seperti ini banyak diproduksi, tetapi masalah utama mereka adalah efek memori yang mengurangi kemampuan mereka dari waktu ke waktu.
Saat ini baterai yang mendominasi pasar smartphone adalah Lithium-ion (Li-ion) atau Lithium-Polymer (Li-Po).

Baterai Lithium-ion (Li-ion)

Baterai jenis ini cukup banyak ditemui pada smartphone karena mereka ringan dan menyediakan daya yang cukup banyak. Desain mereka yang ringan dan lengkap adalah asset terbesar mereka. Dalam hal kerugian, pengisian daya baterai terbatas, antara 300-1000. Angka tersebut kurang dari baterai nikel pertama dan produksi mereka juga tergolong mahal. Perlu kalian ketahui, mereka tergolong baterai yang paling berbahaya dari semua jenis baterai karena mereka bisa terlalu panas dan bahkan meledak karena diproduksi dengan bahan yang mudah terbakar. Selain itu kalian harus memberi mereka waktu ketika diisi. Sangat penting untuk meninggalkan mereka dengan setidaknya daya 40 persen serta menghindari waktu mengisi yang terlalu lama. Pengisian baterai Lithium-ion ini jauh lebih cepat dari pengisian baterai lain meskipun ada dua fase. Pertama, mereka akan mencapai daya 80 persen dengan sangat cepat, kemudian untuk mencapai 100 persen akan terisi dengan perlahan.

Baterai Lithium-Polymer (Li-Po)

Baterai Li-Po menjadi semakin banyak digunakan dan sangat mirip dengan jenis baterai yang disebutkan sebelumnya hanya saja lebih fleksibel sehingga mereka dapat digunakan dalam perangkat yang lebih kecil. Mereka memiliki kerapatan energi yang lebih banyak dan lebih ringan. Namun, akan tetap ada beberapa kelemahan. Mereka lebih mahal dari baterai Li-ion dan sedikit lebih mudah terbakar. Jika, untuk suatu alasan, kalian meninggalkan smartphone dengan jenis baterai ini tanpa daya, mengisinya kembali akan menjadi mustahil hanya dengan pengisi daya yang standar, jadi kalian harus berhati-hati.

Mitos, legenda, kebenaran, dan kebohongan

  1. Pengisian baterai pertama harus lebih lama dari biasanya.
    Ini adalah mitos yang diturunkan dari baterai cadmium. Hal ini tidaklah diperlukan pada baterai jenis Lithium-ion dan Lithium-Polymer saat ini. Justru akan lebih dianjurkan jika kalian mengisinya seperti biasa. Apakah itu pertama kalinya atau pada hari biasa, sama saja.
  2. Waktu pengisian akan menunjukkan berapa lama pemakaian.
    Hal ini juga merupakan sebuah legenda yang diturunkan dari baterai masa lalu. Pengisian dicapai berkat charger chip yang terdapat pada smartphone untuk mengontrol prosesnya. Idelanya, perangkat harus di-unplugged ketika mencapai 100 persen dan tidak akan membutuhkan proses pengisian lagi setelah itu.
  3. Kalian harus menyelesaikan siklus pengisian dan pemakaian.
    Ini adalah gagasan lain yang datang dari baterai Ni-MH. Siklus pengisian dengan baterai Lithium dapat menyesuaikan dengan rutinitas sehari-hari kita karena tidak ada efek memori.

 

Apakah Kalibrasi baterai adalah sebuah mitos?

Ketika kalian tidak pernah mendapati smartphone kalian mencapai daya 100 persen melainkan hanya 95 atau 90 persen, matikan segera, restart perangkatnya dan kalian tahu jika baterai sudah memburuk pertanda umur yang sudah tua. Hal tersebut karena penggunaan smartphone yang terlalu intensif dan terkena suhu yang tinggi, atau bisa jadi karena masalah lainnya.

Baca Juga : Tips Membeli Smartphone Android Murah dan Berkualitas

Ada banyak website uang memberitahu kalian “bagaimana cara mengkalibrasi baterai”, tetapi mereka tidak benar-benar mengkalibrasi baterainya sendiri. Mereka hanya mengatur ulang statistika baterai pada smartphone kalian sehingga mendapatkan hasil yang lebih akurat. Hal ini tidaknya meningkatkan daya baterai.

Kesimpulan :

Kita belumlah melihat prosuden dengan karya terbaik dalam hal baterai, tetapi sampai sekarang, banyak perbaikan yang telah dibuat untuk memperbaiki mereka seperi doze mode pada Android Marshmallow. Tidak ada resep ajaib yang dapat membuat daya baterai dapat bertahan selama dua hari hanya karena layanan dan teknologi yang kita gunakan saat ini memerlukan lebih banyak energi dan kekuatan dari smartphone-smartphone sebelumnya.
Isilah baterai kalian ketika smartphone meminta dan cabut charger kalian ketika smartphone tidak membutuhkannya” Sudah sangat lumrah dan produsen juga sudah memperhitungkan bahwa kalian harus mengisi daya ketika smartphone membutuhkan. Berhati-hatilah pada mitos dan legenda. Sadarlah bahwa daya tahan baterai kalian akan selalu bergantung pada fitur-fitur yang kalian gunakan. Jika baterai mulai membengkak, jangan ragu untuk menggantinya karena kita tahu mereka mudah terbakar bahkan meledak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *